CATATAN BEDAH BUKU STRAWBERRY GENERATION KARYA PROF. RHEYNALD KASALI

CATATAN BEDAH BUKU STRAWBERRY GENERATION KARYA PROF. RHEYNALD KASALI

  • Post author:
  • Post category:Umum
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:6 mins read

Oleh : RESEARCH AND DEVELOPMENT (RND)
7 OKTOBER 2020

A.   Biografi Penulis

Prof. Rhenald Kasali, Ph.D. (lahir di Jakarta13 Agustus 1960; umur 60 tahun) adalah akademisi dan praktisi bisnis asal Indonesia. Ia juga merupakan guru besar bidang Ilmu manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Rhenald Kasali dikukuhkan sebagai guru besar pada 4 Juli 2009.

Karier dan Kehidupan

Rhenald Kasali adalah dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Selain bergerak sebagai akademisi, pria bergelar Ph. D. dari University of Illinois ini juga produktif menulis. Buku-buku yang ditulisnya selalu menjadi perhatian kalangan bisnis dan dikoleksi oleh banyak orang dan hampir semua bukunya menjadi best seller.

Berikut beberapa buku yang telah ditulis Prof. Rhenald Kasali .

·         Sembilan Fenomena Bisnis – 1997

·         Membidik Pasar Indonesia: SegmentasiTargeting dan PositioningGramedia Pustaka Utama (1998)

·         Sembari Minum Kopi Politiking di Panggung Bisnis, Gramedia Pustaka Utama

·         Sukses Melakukan Presentasi, Gramedia Pustaka Utama (2001)

·         Change!, Gramedia Pustaka Utama (2009)

·         Recode Your Change DNA, Gramedia Pustaka Utama (2007)

·         Mutasi DNA Powerhouse, Gramedia Pustaka Utama (2008)

·         Wirausaha Muda Mandiri, Gramedia Pustaka Utama (2010)

·         Myelin: Mobilisasi intengibles sebagai kekuatan perubahan, Gramedia Pustaka Utama (2010). Buku ini menjadi rujukan perusahaan-perusahaan besar di Indonesia

·         Cracking Zone, Gramedia Pustaka Utama (2011)

·         Cracking Value, Gramedia Pustaka Utama (2012)

·         Camera Branding, Gramedia Pustaka Utama (2013)

·         Lets Change – Kepemimpinan, Keberanian, dan Perubahan, Penerbit Buku Kompas (2014)

·         Self Driving, Mizan Publishing (2014)

·         From One Dollar to Billion Dollars Company, Penerbit Buku Kompas (2014)

·         Agility: Bukan Singa yang Mengembik, Gramedia Pustaka Utama (2015)

·         Change Leadership, Non-finito, Mizan (2015)

·         Reinventing, Mizan (2016)

·         Curse To Blessing, Mizan (2016)

·         Baper, Naora Books (2017)

·         Disruption, Gramedia Pustaka Utama (2017)

·         Strawberry Generation, Mizan (2017)

·         Tomorrow Is Today, Mizan (2017)

·         Self Disruption, Mizan (2018)

·         The Great Shifting, Gramedia Pustaka Utama (2018)

·         #MO, Mizan (2019)

Selain mengajar di Universitas Indonesia, ia juga menjadi dosen terbang di Program Magister Manajemen Universitas Sam RatulangiUniversitas TanjungpuraUniversitas Udayana, dan Universitas Lampung.

Pemikiran

Bagi Rhenald, bisnis adalah perihal membuat sesuatu menjadi hal yang luar biasa, itulah bisnis. Dalam pengembangkan bisnis, ia menegaskan bahwa pola pikir kewirausahaan (entrepreneurship) diperlukan, bukannya keberuntungan (luck). Rhenald mengatakan bahwa kewirausahaan bukanlah ada sendiri, tetap harus diciptakan.

Baginya, keberuntungan sebenarnya adalah ketika kesempatan bertemu dengan persiapan. Artinya, keberuntungan sendiri tampaknya mempunyai sifat yang sama dengan kewirausahaan yang pada dasarnya “diciptakan”. Keberuntungan tidak akan datang dengan sendirinya. Keberuntungan ada karena ada usaha sebelumnya. Dari sinilah dapat dipahami betapa pentingnya latihan yang terus menerus dan pantang menyerah oleh mereka yang ingin terjun dalam dunia bisnis.

Akan tetapi, seorang wirausahawan (entrepreneur) harus melakukan reinvestasi.Baginya, tujuan orang berwirausaha bukan untuk menjadi kaya, karena kaya hanyalah akibat. Rhenald menyatakan bahwa seorang wirausahawan yang hanya menjadikan kekayaan sebagai tujuan utama dalam berwirausaha adalah bentuk pengkhianatan terhadap kewirausahaan.

Dalam buku terbarunya, Myelin: Mobilisasi Intengibles sebagai Kekuatan Perubahan (Gramedia Pustaka Utama, 2010)Rhenald menyatakan bahwa myelin (muscle memory) sebagai faktor penting untuk menjembatani gagasan yang dihasilkan “brain memory” bisa sampai di tujuan dengan “mengendarai” myelin yang terlatih. Artinya, tidak ada keraguan atas kecerdasan sumber daya manusia Indonesia. Sebagai contoh, sudah banyak anak-anak Indonesia yang memenangi olimpiade fisika atau matematika dunia. Namun, Rhenald menegaskan bahwa pengetahuan saja tidaklah cukup untuk meraih kesuksesan. Kunci kesuksesan adalah terus berlatih. Semakin sering berlatih maka jaminan untuk sukses semakin nyata.

B.   Epistemologi Buku Strawberry Generation

1.    Judul – Why Must Be ?

Penulis memilih judul Strawberry Generation karenan melihat generasi sekarang seperti buah strawberry, strawberry itu indah, tapi dia mudah terkoyak lalu hancur. Begitu halnya dengan generasi sekarang yang lebih mengikuti style kekinian yg indah tapi tidak bermental baja, mereka tidak mampu menghadapi masalah, mudah menyerah, dan hancur di pecundangi dunia

2.    Latar Belakang – How Could Be ?

Buku ini menjelaskan tentang potret atau gambaran tentang generasi sekarang yang serba enak, serba praktis. Lewat buku ini, penulis berkeinginan untuk bisa memperbaiki nasib generasi muda Indonesia agar tidak menjadi generasi yang cantik tapi lembek.

3.    Ide – What Does The Writer Think ?

Ide penulis dalam buku ini yaitu menggambarkan generasi yang lebih maju dari sebelumnya yang mana ia memiliki segala hal yang menunjang kehidupannya tetapi menjadikan jiwa materialistis selain itu penulis menyampaikan ide bagaimana cara menghadapi tantangan kehidupan bagi generasi yang memiliki mindset rendah.

4.    Metode Penulisan – How does the writer build ?

Buku Strawberry Generation ini ditulis dengan metode kualitatif deskriptif dengan analisis hermeneutis. Metode kualitatif merupakan metode analisis yang berbasis data yang diambil dari fenomena kehidupan manusia yang alamiah dan menggunakan teknik penulisan naratif. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan metode hermeneutis mendalam untuk menginterpretasikan objek kajian. Hermeneutis biasa dipakai dalam menganalisis teks-teks al-Qur’an, filosofi, dan kesusastraan.

5.    SumberWhere is the content from ?

Penulis mendapatkan ide-ide yang dituangkan dalam buku ini bersumber pada dua hal dasar. Yakni fakta-fakta yang didapat penulis di lingkungan sekitarnya. Dan juga fakta kebiasaan dari negara lain untuk dibandingkan dengan yang ia temui di lingkungannya.

6.    Tujuan – What Does The Writer Want ?

Dalam buku ini, penulis berharap dg buku ini bisa memperbaiki nasib generasi muda di Indonesia untuk menjadi pribadi yang tidak hanya tampak Indah tapi juga kuat dan tangguh, karena apa yg telah membudaya bisa dirubah jika kita memiliki keyakinan yg kuat untuk bisa merubahnya.

7.    Rekomendasi – Whom Are The Recommended Reader ?

Buku ini sangat direkomendasikan untuk semua kalangan, mulai dari akademisi hingga ibu rumah tangga. Khusunya bagi mereka yang ingin menjadi sosok yang lebih tangguh dan berkarakter kuat.

Leave a Reply