Urgensi Penampilan (Seragam, Warna Sepatu, dan Model Rambut) dalam Dunia Pendidikan

Urgensi Penampilan (Seragam, Warna Sepatu, dan Model Rambut) dalam Dunia Pendidikan

Source : Gridhot.id

Oleh: Muhammad Nasir

Berbicara mengenai aturan penampilan khususnya warna sepatu dan model potongan rambut dalam dunia pendidikan di Indonesia saat ini tentunya tidak akan pernah ada habisnya, karena terdapat pro-kontra tentang peraturan tersebut. Sehingga sering kita temui ungkapan-ungkapan “Warna sepatu  dan potongan rambut tidak mengganggu proses belajar!!!“. Lalu, darimana sebenarnya aturan tersebut berasal?. Mari kita analisis asal mula peraturan tersebut dibuat dan seberapa pentingkah penerapan aturan dalam dunia pendidikan.

Pada masa Hindia Belanda, pemerintah kolonial tidak pernah mengeluarkan aturan khusus tentang model penampilan seragam bagi siswa di sekolah. Dalam artian pemerintah Hindia Belanda membebaskan model penampilan bagi siswa. Kemudian pada masa pendudukan Jepang yang terkenal dengan militeristik dan kedisiplinannya, pemerintah Jepang mulai membuat peraturan tentang penggunaan seragam di sekolah. Kemudian setelah Jepang angkat kaki dari Indonesia dan penggunaan seragam sudah menjadi kebiasaan, hingga pada tahun 1982 pemerintah orde baru menetapkan undang-undang mengenai penggunaan seragam sekolah melalui Ditjen Pendidikan dasar dan menengah tentang penggunaan seragam sekolah bagi siswa.(Arifina Budi goodnewsfromindonesia.id) Peraturan tersebut tidak hanya berisi tentang penggunaan seragam, melainkan juga berisikan tentang corak warna dan model penampilan bagi seseorang siswa atau pelajar. Dimana maksud dan tujuan dibuatnya peraturan ini yaitu untuk mendisiplinkan siswa dan menutupi kesenjangan sosial antara siswa.

Kembali pada ungkapan diawal tadi tentang “Warna sepatu dan rambut tidak mempengaruhi proses belajar!!!” dari ungkapan tersebut timbul sebuah pertanyaan, Apakah proses belajar hanya didapat dan dilakukan di dalam kelas? tentunya tidak, proses belajar dapat terjadi dalam berbagai kegiatan dimana saja dan kapan saja saat kita mendapatkan suatu pengetahuan baru yang dapat merubah tingkah laku kita menjadi semakin baik. Tentunya kita sudah tahu bahwa peraturan sekolah mengenai seragam, penampilan bahkan potongan rambut dan warna sepatu yang harus dominan berwarna hitam. Sejatinya saat kita mematuhi aturan tersebut kita secara tidak langsung diajarkan untuk menjadi orang yang memiliki sikap disiplin yang tinggi. Akan tetapi melihat kondisi siswa yang saat ini memiliki pemikiran yang kritis, seharusnya peraturan tersebut lebih dijelaskan secara rinci dan logis maksud dan tujuannya.

Dengan mematuhi aturan tersebut seorang siswa akan terlihat jati dirinya sebagai seorang pelajar. Apalagi kita bayangkan bagaimana jika seorang yang terpelajar memilki penampilan layaknya artis yang glamor, tentunya juga akan dapat mengganggu proses belajarnya. Siswa akan terfokus pada model penampilannya dari pada tujuan utamanya ke sekolah yaitu untuk belajar.  Jadi apabila dalam mematuhi aturan yang sangat sederhana saja kita masih banyak melanggar, bahkan mengeluh dan protes, lalu bagaimana sikap kita nanti ketika hidup di masyarakat yang memiliki aturan-aturan yang lebih ketat. Memang sekilas penampilan memang tidak mengganggu proses belajar, namun sejatinya itu mengganggu, terutama proses belajar diri kita sendiri. Karena kita akan lebih fokus pada penampilan kita daripada belajar kita. Selain itu dalam berinteraksi, tentunya kita akan lebih nyaman berinteraksi dan beraktivitas dengan orang yang memiliki penampilan yang rapi, karena itu merupakan jatidiri dan indentitas seorang yang terpelajar.

Refrensi: goodnewsfromindonesia.id, Hipwee.com

 

 

 

 

Leave a Reply